Posted by: azayaka | September 14, 2004

Mudik…Oh….Mudik…..


Tgl 10 s/d 13 kemaren aku mudik ke kampung halaman. Alhamdulillah, kesampaian juga melepas kangen dengan nenek, kakak, ponakan & sodara2 di kampung. Kebetulan ibuku 2 minggu berkunjung ke Tangerang. Jadi mudik kemaren sekalian nganter beliau pulang plus menghadiri undangan walimah mbak Tuti, anak adeknya mbah.

Kamis malam jam 8 travel datang menjemput ke rumah. Sempet was2 juga kena macet di Jakarta karena kan siangnya ada ledakan bomb dahsyat di Kuningan. Alhamdulillah kekhawatiran tidak terbukti.
Setelah puter2 Jakarta dan Cikarang menjemput penumpang yang lain, kurang lebih jam 12 mobil baru keluar tol Cikampek. Begitu keluar pintu tol, mobil dihentikan 3 orang polisi berpakaian preman. Sepertinya semua kendaraan, kecuali truk besar, dihentikan untuk diperiksa. Semua penumpang disuruh turun. Dengan mata 1/4 terpejam…aku lihat semua bagian dalam mobil plus bagasi diperiksa dengan detektor. Mobil kami dinyatakan lulus deteksi dan go…jalan lagi.

Mobil sekali berhenti di rumah makan dan beberapa kali di pom bensin. Terakhir, mobil berhenti di sebuah pom bensin di Brebes menjelang subuh. Aku dan ibu turun untuk ke toilet dan ambil wudhu. Baru kali ini aku mampir di toilet sebersih itu. Petugas kebersihannya juga cekatan meskipun masih pagi buta dan sepi pengunjung. Dalam hati berpikir ‘coba..semua toilet begini…pasti pengunjung nyaman’. Tapi dipikir-pikir lagi, bukan salah pengelolanya kalo toilet jorok. Salah pemakainya juga sih. Tidak menjaga kebersihan, tidak mau bersihin toilet habis make, buang sampah sembarang, katanya mayoritas muslim..tapi jarang banget mraktekin “Kebersihan Adalah Sebagian Dari Iman”…**lho kok jadi marah sendiri??**

Alhamdulillah jam 7 pagi sampai juga kami di rumah. Turun dari mobil langsung disambut teriakan cadel ponakanku yg hampir umur 3th ’emmmbahhhh….buyiiiiikkkkk’. Duhhh….pegel2 selama duduk di mobil langsung ilangšŸ™‚
Dua hari, Jum’at dan Sabtu aku puas-puasin main dengan keponakan. Banyak sekali perkembangan yg kulihat setelah hampir 7 bulan gak ketemu. Tambah besar dan pinter saja dia. (pinter niru buliknya kali ya….hehe geer)

Hari Ahad tgl 12 menghadiri walimah mbak Tuti. Meskipun kalo diurut-urutin harusnya aku manggil ‘bulik’ karena dia anak adeknya mbah, tapi karena umurnya gak beda jauh, dari dulu aku manggil beliau ‘mbak’.
Akad nikah berjalan lancar. Tak terasa air mata mengalir, terharu saat mendengar ijab kabul dibacakan. Subhanallah, dalam sekejap status mbak Tuti sudah berubah menjadi istri orang disebabkan satu kalimat saja!
Barokallohulakum wabaroka’alaika wajama’a bainakuma fii khoir….
Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah ya mbak….Afwan, gak bisa bantuin banyak.

Setelah ngobrol sejenak dengan sang mempelai wanita (syukron ya mbak..udah didoain biar cepet nyusul..hehe..amin), kami pamit karena ibu ada undangan walimah lagi ke Cirebon. (Kayaknya banyak banget pasangan yang nikah tgl 12. Biar gak keduluan pilpres II kali ya…:D) Pulang ke rumah sebentar, ganti baju, langsung ke perempatan nyegat bis ke Cirebon. Kakak yang tadinya janji mau nganter, batal karena ada acara mendadak di luar kota.(Gak enaknya tinggal di Kendal, di sini gak ada terminal bis. Jadi kalo mau pergi ke luar kota siang hari gak bisa milih naik bis AC, karena gak ada agennya. Bis yang lewat dan bisa diberhentikan hanya bis ekonomi non AC)
15 menit nunggu, muncul bis jurusan Semarang-Bandung. Langsung kami naik, bayar ongkos sampai Pekalongan karena rencana di terminal Pekalongan pindah bis yg lumayan adem dan bisa nyelonjorin kaki. 2 jam perjalanan masuk ke Pekalongan, kondektur pengumaman bis gak masuk terminal. Waduh, kalo turun lumayan juga masuk kedalam terminal…jauh euy. Akhirnya diputuskan kami nambah ongkos sampai Tegal. Toh Tegal – Pekalongan cuman 1.5jam. Sabar sebentar. Tadinya ibu usul langsung bayar sampe Cirebon. Cuma akunya yg gak tahan. Selain duduk gak nyaman, pengamen banyak banget. Sampai gak keitung. Pusiiingg.
Alhamdulilah jadi juga pindah bis setelah sampai terminal Tegal. Lumayan lah…1.5 jam sampai Cirebon bisa ngadem dan tidur dengan tenangšŸ™‚

Hampir jam 4 bis masuk terminal Cirebon. 15 menit menunggu, akhirnya muncul juga kakak ipar menjemput. Langsung kami meluncur ke rumah kakak di Bima. Alhamdulillah…kangen2an sama kakak setelah 2 bulan gak ketemu. Setelah istirahat sejenak, ba’da maghrib diputuskan ibu saja yang pergi ke rumah yang punya hajatan diantar kakak ipar.

Nginap semalam, paginya aku dan ibu pulang. Ibu ke Kendal, aku ke Tangerang. Karena dari terminal Cirebon gak ada bis yang langsung ke Tangerang, aku naik bis jurusan Merak, turun di Slipi. Alhamdulillah..bis berjalan cepat tanpa ugal2an. Tak terasa 5 jam perjalanan, kondektur menyuruh yang turun Slipi siap2. Alhamdulillah lewat bis yang ke Tangerang. Langsung deh naik…pulannnggg…

Meskipun badan lumayan capek, tetap saja hati berharap ‘kapan ada libur panjang dan hisa mudik lagi’. Mudik yang s’lalu kurindukan…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: