Posted by: azayaka | November 1, 2004

Ironi Ibukota

Bakti sosial terlaksana sudah
menyisakan rasa syukur tak terhingga ke hadirat Allah SWT
atas kemudahan dan kelancaran pelaksanaan acara
atas keikhlasan para donatur untuk menginfaqkan
sebagian rizkinya hingga terkumpul total dana 8jt-an

Bakti sosial terlaksana sudah
menyisakan rasa perih di dada
melihat kondisi saudara seiman yang serba kekurangan
masih lekat dalam pandangan seorang nenek berbaju merah lusuh
tertatih dengan tubuh gemetar dimakan usia
mendatangi pos pelayanan kesehatan gratis
masih lekat dalam pandangan ibu-ibu dan bapak-bapak
mengantri sembako yang harga nominalnya per paket
sering aku habiskan hanya untuk membeli cemilan
yang sebenarnya kalopun tak kubeli aku tak ‘kan kelaparan

Bakti sosial terlaksana sudah
menyisakan sebuah ironi
bagaimana mungkin di pinggir jalan layang besar
masih ada rumah berhimpitan di gang-gang sempit
hingga bila jalan berpapasan salah seorang harus minggi
sejenak untuk menghindari senggolan?
bagaimana mungkin di belakang gedung-gedung besar
nan menjulang tinggi masih ada seorang ibu yang malu
memberikan tumpangan kamar kecil ketika ada
salah seorang panitia kebelet mencari tumpangan toilet
karena kondisinya yang sangat sederhana?

Bakti sosial terlaksana sudah
menyisakan satu tanda tanya besar
mengapa ketimpangan ekonomi demikian mencolok di sini?
dua unit mobil mewah seharga 4 miliar terjual
hanya dalam beberapa hari Automotive Show digelar dua bulan lalu
untuk apa? apakah mobil sekelas kijang sudah tidak laik jalan lagi?
bukan !! tapi mereka memblinya karena prestise semata !!
prestise yang telah membutakan mata mereka
dari himpitan ekonomi orang-orang yang tinggal
di perkampungan pinggir jalan yang mereka lewati
prestise yang telah mengubur dalam-dalam rasa kepedulian
terhadap sesama

Bakti sodial terlaksana sudah
menyisakan rasa syukur ke hadirat Allah SWT
kondisiku masih lebih baik dari mereka
menyisakan satu kesadaran yang dalam
dalam setiap rizki yang kita terima
ada hak mereka yang harus kita berikan

kenangan Bakti Sosial Peduli Ramadhan Komunitas Cyber Muslim,
Cawang, 30 Oktober 2004)

Foto diambil dari : http://www.sekitarkita.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: