Posted by: azayaka | November 23, 2004

Dan Bajaj Pun Ikut Mudik

Tahun ini untuk pertamanya kalinya aku mudik seorang diri. Tahun-tahun lalu selalu bareng kakak sebelum akhirnya dia pindah domisili ke Cirebon.
Karena mudik sendirian, aku memutuskan naik travel yang bisa antar-jemput ke tujuan. Sedih?? Awalnya sih iya. Terbayang perjalanan mudik yg lama, karena pasti ketemu macet, dengan teman se-travel yang biasanya diam. enggan diajak ngobrol satu sama lain.
Tapi ternyata tidak. Ada satu keluarga dengan 3 orang anaknya (dua diantaranya balita) yg satu travel denganku. Anak-anak mereka manis, cerita, tidak rewel meski mobil kami sempat beberapa kali terjebak macet di jalur pantura. Malah mereka dengan asyik becanda, main lempar-lemparan bola, seperti tidak sedang di dalam mobil saja.
Melihat dan terlibat dengan kelucuan mereka, 19 jam perjalanan dari Tangerang ke Kendal tidak terasa membosankan dan melelahkan.

Menurut berita, mudik tahun ini lebih padat dibandingkan tahun-tahun lalu. Mungkin disebabkan rata-rata pemudik mendapat libur kerja 1 minggu, waktu yang lumayan untuk melepas kangen ke sanak saudara di kampung.
Kulihat tahun ini pun pemudik berkendara motor lebih banyak dibanding tahun lalu. Malahan banyak di antara mereka yang membawa serta istri dan anak-anak yang masih balita !! Pom bensin, masjid, dan rindangnya pohon di pinggir jalan menjadi tempat favorit mereka melepas lelah. Entah apa alasan mereka bela-belain mudik naik motor. Lebih cepat? Praktis? Atau
keuangan mepet untuk membeli tiket bis atau yang lainnya? Wallahu’alam. Tapi yang jelas, melihat mereka aku jadi bersyukur tidak perlu mandi matahari atau hujan di perjalanan selama mudik.

Selain pemudik motor, banyak juga aku lihat angkutan-angkutan umum dalam kota yang ikut mudik. Bis KOPAJA jurusan Blok M – Tanah Abang, bis PPD, bis Mayasari Bhakti, angkot Depok – Parung adalah sedikit di antaranya yang ikut terjebak macet bersama travel yang aku tumpangi. Jejalan pemudik di dalam truk dan mobil pick-up yang dipasangi terpal seadanya juga objek yang banyak dijumpai selama mudik. Bahkan, menurut cerita kakakku yang di Kendal yang pada H-3 harus ke Tegal untuk suatu keperluan, dia ketemu konvoi 3 Bajaj yang ikut dijadikan transport mudik! Ponakanku yang umur 3 tahun refleks jingkrak-jingkrak sambil teriak cadel “Bajuli….Bajuli…” sambil menyebut nama tokoh sopir bajaj di sebuah serial tv.

Pulang balik ke Tangerang aku diantar kakak yang tinggal di Kendal. Menjelang masuk Cikampek, mobil kami menyalip sebuah bajaj. Kembali ponakannya teriak girang “Bajuli…Bajuli…”.
Sayang, moment-moment itu hanya bisa kurekam di memori otak..karana nggak bawa kamera.
Mudik memang selalu penuh cerita…………

* Gambar Bajaj ngambil di http://forumkamera.com/forum/files/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: