Posted by: azayaka | June 21, 2005

Istri Sholihah

… Sebab itu maka Wanita yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta’atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. AnNissa:34)

Ketika ditanya tentang wanita sholihah, Rasulullah SAW menjawab : “Istri yang apabila dipandang suaminya ia menyenangkan tidak bermuaka masam, tidak cemberut, bahkan dia berseri-seri. Apabila kamu perintah ia taat dan nurut jadi taat kepada suami selama tidak disuruh maksiat, dia taat semampunya. Apabila suaminya pergi keluar kota, ada perlu satu atau dua hari, satu atau dua minggu, maka istri menjaga dirinya dan menjaga harta suaminya.” (HR. Ahmad)

Istri yang sholihah adalah orang yang tidak akan berdusta selamanya; jika berkata, benar; kediamannya adalah hikmah; ucapannya adalah hujjah (beralasan dan argumentatif); ide dan gagasannya diamalkan. Dia adalah referensi bagi keluarganya, dan merupakan sumber hikmah bila dimintai petunjuk.

Istri yang sholihah menghargai kondisi ekonomi rumahnya, mengaturnya dengan bijaksana, dan tidak berbuat keji terhadap suami dengan perbagai tuntutan dan anggaran rumah tangga yang berlebihan. Tidak pelit sampai tingkat bakhil dan kikir.

Istri yang sholihah tahu kalau suaminya mencari harta dengan gigih dan bersimbah keringat demi memenuhi standard kehidupan yang mulia, dan hal ini selalu menjadi bahan pertimbangannya, serta di atasnyalah anak-anak mendapatkan tarbiyahnya. Dia merasa bahwa suaminya pantas memperoleh anugerah dan penghargaan, perlu bantuan untuk meringankan pekerjaanya, sehingga dirinya terpanggil untuk bisa menjaga rumahnya, memperhatikan permintaannya, dan mengasuh anak-anaknya. Maka rumah pun menjadi oase yang nikmat dan menyegarkan, tenang, dan tenteram.

Istri yang sholihah yang selalu mendorong suaminya untuk berbuat kebajikan. Berpikir dengan seksama sebelum melangkah pada suatu tindakan, sehingga bisa memperbaiki langkahnya yang benar, serta bisa menciptakan kebahagiaan bagi suaminya, anggota rumahnya, anak-anaknya, tetangganya, kerabatnya, sanak saudara suaminya, dan masyarakatnya.

(Dikutip dari buku Wanita Muslimah dan Perjalanan seribu Mil – Zainab Al-Ghazali)

Untuk adikku yang sebentar lagi akan menggenapkan diennya…Semoga menjadi istri sholihah, pencetak generasi robbani


Responses

  1. indah sekali Al-Qur an menguraikan dan menggambarkan istri sholihah. Realitanya, agak sulit mendapatkannya. Perlu perjuangan keras. Bersyukurlah yang telah memenuhi kriterianya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: