Posted by: azayaka | July 5, 2005

Lihatlah Ke Bawah

Rasa syukur atas suatu nikmat dari Allah seringkali terlambat kita rasakan. Syukur baru terucap ketika kita mendapati diri kita ternyata lebih beruntung dari orang lain….

Di kantor, manakala diri tertimbun dalam tumpukan pekerjaan dan berkejaran dengan deadline dari bos, seringkali terlontar keluh dari bibirku. “Kalo kerjaan gini terus..mending aku resign aja deh. Orang Jepang memang senangnya Romusha. Bikin capek!”. Tapi keluh itu berubah jadi syukur ketika tempo hari ibuku menyampaikan pesan dari seorang ibu tetangga rumah kami yang meminta tolong kepadaku untuk mencarikan pekerjaan buat anak laki-lakinya. Sejak anak ibu itu resigned dari tempat kerja yang lama, sudah puluhan kali dia mengirimkan surat lamaran, tapi sampai hari ini belum ada yang goal. Ibuku menceritakan dialog dengan ibu tetangga kami itu.

“Anak saya lulusan S1 bu. Tapi dia mau kok kerja apa saja. Yang penting kerja dan halal.”
“Kenapa anak ibu keluar dari tempat yang dulu?”, ibuku bertanya ingin tahu.
“Anak saya tiap hari didesak bosnya untuk ganti KTP bu”
“Maksudnya gimana bu?” Ibuku belum mengerti dengan arti ‘ganti KTP’. Alisku ikut mengernyit, tak mengerti.
“Bos anak saya menyuruh untuk mengganti agama yang tertulis di KTP anak saya”, jelas ibu itu dengan suara lirih.
“Masya Allah ! Mengganti agama Islam dengan Kristen bu?” Mataku sedikit melotot. Aku mencoba menebak dialog selanjutnya antara ibuku dengan ibu tetanggaku itu.
“Iya”, sahut ibuku.
Benar-benar tak kusangka, ternyata tetangga dekatku ada juga yang kena sasaran misionaris. Mukaku menegang, geram. Ternyata trik-trik busuk itu benar adanya. Bukan isapan jempol.
“Iya. Kata bosnya, itu syarat klo masih mau tetap kerja di sana. Katanya sih cuma ganti tulisan agama di KTP saja. Bukan disuruh pindah agama. Tapi anak ibu itu tetap tidak mau. Makanya dia memutuskan keluar”. Ibuku mengulang penjelasan ibu tetanggaku.
“Keputusan anak itu benar. Semoga diberikan kemudahan dan mendapat pekerjaan yang lebih baik”, kataku merasa iba.
“Iya..amin. Makanya, ibu itu minta tolong ke kamu kalau ada info lowongan, tolong kasihin ke anaknya”
“Insya Allah bu”

Aku menjadi tesadar betapa Allah sangat memanjakanku. Aku bersyukur kepada Allah atas pekerjaanku sekarang. Juga atas kemudahan mendapatkan pekerjaan ini dulu. Cukup sekali apply, interview, alhamdulillah langsung diterima. Alhamdulillah juga, di tempat kerjaku tidak ada larangan menjalankan ibadah. Bahkan waktu untuk sholat dhuha pun tersedia. Ampuni hamba Ya Allah karena sering kufur nikmat.

Ketika sedang mengetik posting ini, di monitor komputer muncul message dari seorang teman chat. Isinya : Kita bekerja bukan untuk memenuhi obsesi pribadi, melainkan karena ibadah. Kita harus ikhlas menjalani seluruh amal baik. Proyek Allah akan dibiayai Allah, manusia hanya menjalankannya (Hilmi Aminudin).

Bos…doakan ya semoga anak buahmu ini bisa bekerja dengan penuh rasa syukur dengan niat kerja untuk ibadah .


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: