Posted by: azayaka | October 5, 2005

BBM.. Ohh…BBM

Sejak harga BBM naik tanggal 1 Oktober lalu, terasa sekali sekarang isi dompetku cepat habis. Untuk ongkos naik angkutan umum, sekarang saya harus menyediakan anggaran hampir dua kali lipat dari biasanya. Semua angkutan umum menerapkan tarif baru. Itupun mereka nyatakan sebagai “Tarif Sementara”. Tarif bus patas AC Jakarta – Tangerang yang tadinya Rp 3.500 kini naik menjadi Rp Rp 5.000. Tarif angkot dalam kota rata-rata naik antara Rp 500 – Rp 1.000. Bila dulu untuk jarak dekat penumpang harus membayar Rp 1.000, kini naik menjadi Rp 1.500, tak peduli jaraknya 100m pun. Di kertas fotocopy tarif baru (sementara) yang di tempel di salah satu angkot tertulis : JARAK DEKAT : RP 1.500. DEKAT SEKALI : JALAN KAKI SAJA !! Betul juga anjuran itu. Bila jaraknya dekat tapi tidak mau membayar seharga itu, mau tidak mau harus jalan kaki. Berhemat sambil berolahraga.

Selain mempengaruhi kenaikan tarif angkutan, kenaikan harga BBM pun tak pelak berpengaruh terhadap naiknya harga bahan-bahan pokok serta harga barang-barang lainnya. Bila pemerintah tidak dapat mengendalikan keadaan ini, bukan tidak mungkin kenaikan harga BBM -yang dana kompensasi subsidinya diberikan langsung kepada orang-orang miskin- akan berdampak pada munculnya orang-orang miskin baru karena penghasilan yang ada sudah tidak mencukupi kebutuhan lagi. Sebelum BBM naik saja, banyak rekan-rekan di bagian produksi di tempat saya kerja yang sudah berkeluarga (yang saya tahu gaji pokoknya per bulan kurang dari Rp 900ribu) di hari-hari menjelang akhir bulan sering mengeluh sudah tidak mempunyai uang lagi. Bahkan ada yang sampai berhutang untuk bisa bertahan hidup hingga hari gajian tiba.

Tanpa berniat mendahului kehendak Allah, bila kondisinya seperti ini terus, bukan tidak mungkin pada awal tahun nanti akan terjadi perundingan kenaikan gaji yang sangat alot di tempat kerja saya. Pihak pengusaha, dengan dalih kenaikan BBM telah menaikkan cost dsb, tentu hanya bisa memberikan kenaikan gaji sedikit. Sedangkan karyawan, dengan dalih kenaikan BBM telah menambah berat beban hidup mereka, tentu akan meminta kenaikan gaji dengan persentase lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Suasana kerja tentu akan memanas. Bahkan bisa jadi terjadi demo karwayan.
Hmm…moga2 sih jangan sampai terjadi. Semoga pemerintah tergerak hatinya untuk meninjau kembali kebijakan menaikkan harga BBM ini yang bakal mencekik leher banyak orang.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: