Posted by: azayaka | October 24, 2005

Lailatul Qadr

“Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilainya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya (tidak beramal baik di dalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti di bulan ini).”
(HR. Ahamad, Nasai, dan Baihaqy)

Lailatul Qadar merangsang rasa penasaran abadi.
Tapi sekaligus ia sangat misterius.
Sangat jarang terdengar seseorang diantara
kita melaporkan ke saudara-saudaranya
bahwa ia telah di murahi Allah mendapatkan hikmah Lailatul Qadar

Malam Qadar senantiasa menjadi tumpuan harapan setiap muslim.
Harapan apa? Mungkin, harapan-harapan untuk mendapatkan kemuliaan
di sisi Allah.
Mungkin harapan untuk memperoleh pahala.
Mungkin, kemesraan khusus Sang Khaliq,
atau mungkin harapan yang lebih sederhana:
rizki, dunia, kekayaan, sukses hidup, jodoh,
terbayarnya hutang, terbebaskannya dari kesulitan yang panjang
dan bertele-tele, atau apapun.

Satu malam Lailatul Qadar itu lebih
berkualitas dibanding seribu bulan.
Bulan dalam arti benda alam yang
dipakai oleh Allah untuk
melambangkan spiritualitas dan cinta.
Maupun bulan dalam arti rentang
waktu dimana manusia mengembarai hidupnya.

(Emha Ainun Nadjib)

(Dicopy dari milis islam_dot_net)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: