Posted by: azayaka | November 30, 2005

Penanaman Sejak Dini

Dipta, gadis kecil umur 1 tahun. Anak saudara sepupu yang tinggal berdekatan dengan saya itu punya satu kebiasaan lucu. Setiap diajak main ke rumah kami, dia akan segera menepuk-nepuk kepalanya dengan kedua tangan bila melihat saya dan ibu tidak berjilbab. Mungkin dia ingin mengatakan “Pake jilbab donk, kayak Dipta”. Dipta juga kadang menolak digendong bila kami tidak berjilbab. Tapi begitu kami pake, langsung deh tangannya terjulur ke depan.

Kebiasaan ini muncul karena sejak masih bayi imut, Dipta sudah dipakaikan jilbab oleh ibunya. Meskipun belum baligh sehingga belum terkena kewajiban menutup aurat sebagaimana halnya anak perempuan yang sudah baligh, pengenalan jilbab sejak dini memang sangat penting. Diharapkan ketika sudah baligh nanti, anak sudah dengan sendirinya menutup aurat. Akan tetapi, orang tua pun jangan lupa untuk sedikit demi sedikit menjelaskan mengapa harus menutup aurat bila keluar rumah atau bila ada tamu laki-laki yang bukan mahram, apa hukumnya bila tidak menutup aurat, dsb.

Di setiap kesempatan pengajian, ataupun acara keislaman lainnya, saya suka sekali memperhatikan muslimah-muslimah kecil (bahkan ada yang masih baru lahir) dengan jilbab warna-warninya. Ada yang tertidur pulas di pelukan ibundanya. Ada yang berlarian, main kejar-kejaran kesana kemari. Semoga di kala sudah baligh, mereka tidak seperti pendahulu-pendahulunya yang baru sadar setelah usia menginjak dewasa, bahwa menutup aurat itu wajib.


Responses

  1. testing


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: