Posted by: azayaka | March 8, 2006

Belajar Mendengarkan

Kemuliaan akhlaq Rasulullah membawa beliau untuk tetap
mendengar dan tidak memotong kata2 seorang musyrik bernama ‘Utbah. Ketika berhenti, Rasulullah bertanya kepadanya : “Apakah engkau sudah selesai, hai Abul-Walid (anggilan ‘Utbah)?”
“Sudah”, jawab ‘Utbah.
“Masih adakah yang ingin engkau katakan?”, tanya Rasulullah memastikan.

Subhanallah…begitu mulianya akhlaq Rasul kita. Bahkan terhadap seorang musyrik pun, beliau mendengarkan dengan tekun isi pembicaraannya, tanpa memotong atau mencela.

Bagaimana dengan kita?


Responses

  1. terima kasih tauziahnya Mbak. kebanyakan kita berkata “dengarkan saya dulu…”, daripada “silahkan bicara, saya dengarkan..”.😦

  2. hihihi…ada hanum ngomentarin hanum ^_^

  3. alhamdulillah, dapat satu pelajaran lagi, makasih ya.

  4. subhanallah, dapat hikmah hari ini, belajar mendengarkan orang lain. jazakilah ya mbak hanum

  5. Mendengarkan….hal yg sering kita anggap kecil & sepele tapi sesungguhnya sangat berarti, terima kasih mbak untuk tausiyahnya, sebagai pengingat untuk kita semua:)

  6. semoga tausiyahnya terus ada

  7. indahnya ukhuwah islamiyah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: