Posted by: azayaka | March 24, 2006

Ajaklah Hati Nurani Bicara

SAY NO TO PORNO2Membaca postingan Mbak Nurani Susilo di blognya tentang Pornografi dan anak-anak Madonna, tersirat bahwa orang tua (termasuk Madonna yang kita tau beberapa kali tampil berpose telanjang di majalah Playboy) pada dasarnya ingin anaknya punya moral (baca : akhlaq) yang baik.

“My kids don’t watch TV”.
“We don’t have magazines or newspapers in the house either.”
“TV is trash”
“TV is horrifying”
“No-one even talks about it around here”.
“I Protect Lourdes from sex, full stop. We’ve had conversations about where babies come from but sex is not, and shouldn’t be, part of her repertoire right now.”

Begitu cara Madonna menjauhkan pengaruh pronografi yang banyak bertebaran di media massa. Apakah Madonna sendiri sudah berubah menjadi alim sekarang? Sudah menjauh dari hal-hal berbau sex dan pornografi? Allahu’alam. Semestinya sih begitu. Gak fair kan…anaknya terjaga dari pornografi, tapi Madonna sendiri berlaku dan menebar pengaruh buruk porno (emang ada gitu pengaruhnya baiknya? :D) terhadap anak orang lain?

Terlepas Madonna sudah berubah atau belum, para penolak RUU Anti Pornografi & Pornoaksi sepatutnya mengambil pelajaran dari Madonna dalam mendidik anak-anaknya.

Bertanyalah pada hati nurani kita :
Tidak khawatirkah kita suatu ketika anak-anak kita terkena pengaruh buruk trend mode busana minim nan ketat?
Tidak sedihkah kita melihat anak-anak kita terancam masuk neraka karena mempertontonkan aurat mereka?
Tidak khawatirkah kita suatu ketika (mungkin) anak laki-laki kita berlaku bejat setelah menonton VCD porno yang dijual bebas di lapak-lapak?
Pernahkah kita bayangkan sulitnya memprotect akhlaq anak di tengah kepungan pornografi & pornoaksi tak terkendali?


Responses

  1. subhanallah….good artikel..iya yah mba, kadang miris mikirin kelak anak saya terlahir di jaman seperti apa? kalau moral sudah di anggap onggok sampah Masya Alloh…doa yah mba biar pemerintah ttp menggolkan RUU APP [-o

  2. ya Mba, gempuran kebobrokan akhlaq memang sungguh memprihatinkan dewasa ini.

    Untuk itu mari bahu-membahu memperjuangkan tegaknya Dien ini (dengan cara yang shohih), melanjutkan kehidupan Islam dalam naungan Daulah Khilafah yang diridhoi dan mendapatkan ampunan Allah swt.

    Sehingga ke depan insya Allah, generasi yang terlahir adalah adalah generasi-generasi Rabbani.. , amin!

  3. saya heran sama yg kontra RUU ini,katanya mengeksploitasi wanita lah, merendahkan lah, apa mereka nggak kuatir akan masa depan anak2 mereka nanti yg akan jadi generasi penerus? alasan budaya? bukankah itu dijelaskan tersendiri? yg dibanggakan malah kalo bisa berpenampilan yg seksi, Masya Allah…semoga RUU APP ini tetap pantang mundur & segera disahkan,aamiin.

  4. ngomong2 soal anak, apa iya RUU ini lebih menjamin anak ketimbang UU Perlindungan Anak yang sudah berlaku sebelumnya?
    Silahkan diperhatikan, berapa batasan umur seseorang dikategorikan sebagai “anak” di UU dan RUU tsb.
    RUU membatasi batas umur anak adalah 12 tahun.
    UU Perlindungan Anak 18 tahun.
    Jadi mana yang lebih melindungi????????????????????

  5. Betul sekali mbak. Banyak pengaruh negatif yang kita harap dapat dihindari oleh anak-anak kita. Karena itu, perlu ditekankan pendidikan anak oleh orang tua, dan bukan melalui penetapan oleh negara.

    Insya Allah, sudah ada UU tentang pornografi dalam UU kriminal. Sudah ada UU perlindungan anak juga. Yang belum ada adalah penegakan hukumnya.

  6. TOLONG DONG DILAMPIRKAN SOLUSI & CARA MENGHINDARKAN DIRI DARI PENGARUH NEGATIF KEMAJUAN TEHNOLOGI ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: