Posted by: azayaka | May 12, 2006

Salamatus Sadr

Mengapa harus marah
mengapa harus kecewa
mengapa harus berprasangka
saat sms dan telpon tak dijawab
oleh seorang sahabat
yang dulu dengannya pernah merenda hari
dengan canda dan tawa

Mengapa harus marah
mengapa harus kecewa
mengapa harus berprasangka
saat mendapati commentmu
di blog seseorang
yang seharusnya kau panggil ‘paman’
dihapus dari tempatnya
mungkinkah dia malu punya seorang saudara
yang bukan dari ‘kalangannya’?

Ahh…mengapa harus menjadi beban pikiran
mengapa harus menyisakan sakit di hati
bila salamatus sadr adalah pilihan terbaik
‘tuk bersihkan hati dari duri

Ya…ingatlah untuk selalu ber-Salamatus Sadr atau berlapang dada saat menemui sesuatu yang menyesakkan dadamu. Karena dengan salamatus sadr, kita bisa :
– Menahan amarah
– Memaafkan kesalahan orang lain
– Senang melihat kelebihan orang lain
– Lebih fokus pada perbaikan diri

Dan Allah SWT sudah menjanjikan kebaikan bagi hamba-Nya yang mampu melakukannya.

1. Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nuur : 22)

2. Mendapatkan cinta-Nya.

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali ‘Imran : 134)

3. Akan dimudahkan segala urusannya.

Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujaadilah : 11)

4. Mendapatkan surga Allah.

Bila salamatus sadr belum terpatri pada diri, cobalah untuk membangkitkannya dengan :
– Memperluas wawasan, sehingga pikiran tidak sempit.
– Mempunyai pemahaman yang benar terhadap takdir.
– Menjalankan pola hidup sederhana.
– Menghadapi masalah hidup secara wajar.
– Menghayati kembali akhlaq para nabi dan sahabat.
– Ikhlas.
– Beramal sholih.
– Taqorrub ‘ilallah (mendekatkan diri kepada Allah).

Salamatus sadr….hidup akan menjadi indah bila diterapkan. Dan bukankah ini adalah tingkatan ukhuwah yang paling rendah? Mengapa seringkali kita mengabaikannya?

~sebuah renungan diri~

Materi diambil dari kajian mingguan.


Responses

  1. Makasih Mbak, postingannya, semoga bisa semakin membuat kita untuk selalu berlapang dada…

  2. Ermm, iya kadang kita udah punya banyak ilmu, tapi giliran implementasi susahnya minta ampun apalagi istiqomah dlm menjalankannya jg susah.
    Makaci udah ngingetinđŸ™‚

  3. subhanallah mbak, syukron yah udah diingatin, yup berlapang dada adalah selemah-lemah ukhuwah jg toh, dengan lapang dada kita bisa berbaik sangka dengan hal apapun. Ikhlas menerima yg sudah ada:)

  4. thanks ya sis,..sering-sering posting yg ginian,..biar adem

  5. Setelah menikah..semakin sholehah dan bijak aza^_^, sep..keep writing yang beginian, idem ama
    noenoe..biar adem


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: