Posted by: azayaka | November 13, 2006

Overestimate

Kadang saya lupa kalo sekarang ini sedang berbadan dua, yang berarti saya tidak hanya harus memikirkan kondisi badan sendiri, tapi juga (lebih penting lagi) memikirkan kondisi janin saya. Semasa masih berbadan satu dulu🙂, saya lebih suka menjalankan beberapa kegiatan dalam satu hari libur sekaligus, untuk kemudian beristirahat di satu hari libur berikutnya (saya mempunyai dua hari libur dalam seminggu : sabtu & ahad). Atau menggeber lebih banyak kegiatan di satu hari libur, dan menyisakan sedikit kegiatan untuk dikerjakan di hari libur berikutnya.

Kebiasaan ini ternyata masih terbawa hingga kini, saat saya sudah berbadan dua. Contoh seperti yang saya lakukan hari Sabtu kemarin. Dalam sehari itu, saya telah merencanakan kegiatan maraton berupa : pagi bersilaturahim ke rumah kakak ipar di Depok Baru untuk selanjutnya menghadiri acara halal bihalal IMB di tepian danau UI, janjian ketemuan dengan Rina di sana untuk bersama-sama ke Bekasi menghadiri walimahan Widie & Hakim, dua orang sahabat kami di komunitas Islam Dot Net yang tak disangka-sangka ternyata berjodoh, kemudian sepulang dari sana mampir sebentar ke rumah suami di Bekasi yang sudah hampir 2 bulan tak kami tengok…dan selanjutnya sore hari pulang ke Tangerang. Ahad saya rencanakan seharian penuh di rumah, istirahat sambil menyelesaikan pekerjaan rumah yang tertunda.

Ketika sebelum tiba hari Sabtu saya kemukakan rencana rute di atas, suami beberapa kali bertanya, memastikan apa saya bakal kuat, gak kecapakean. Saya jawab dengan mantap “Insya Allah kuat, gak pa2”. Mungkin karena melihat saya ngotot tetap dengan rencana ini (saya merasa semuanya penting dijalankan. Selain itu, rencana silaturahim ke kakak ipar dan menengok rumah Bekasi juga beberapa kali telah mengalami penundaan), suami akhirnya sepakat, tetapi tetap selalu membisiki saya agar bilang ke dia kalo memang capek.

Dan benar…pada hari Sabtu, kondisi badan lebih banyak berbicara dibandingkan semangat saya yang menggebu untuk tetap dengan rencana semula. Naik KRL dari stasiun Cawang – Depok Baru berdiri lumayan membuat saya teler sesampainya di rumah kakak ipar. Rencana silaturahim sebentar….membuat kami harus memperpanjang beberapa menit, memberi kesempatan pegal2 di kaki saya sedikit menghilang. Telpon dari Rina membuat saya merasa bersalah karena harus telat datang ke acara halal bihalal IMB. Setelah pegal2 agak hilang, kami pamitan, kemudian menuju stasiun untuk naik KRL menuju stasiun Pondok Cina. Lumayan lama kami menunggu hingga kereta Bogor-Jakarta itu tiba. Di kereta, kembali suami mengemukakan masukan + argumennya agar saya mempertimbangkan kembali rencana ke Bekasi. Kasian si dd kalo dipaksakan, katanya. Duhh…suamiku yang sabar…maafkan istrimu yang suka memaksakan kehendak😦 Setelah dipikir2, suamiku ada benarnya juga. Dan bukankah istri memang harus mentaati suaminya? *lho? baru nyadar toh*

Tak lama sekeluarnya kami dari stasiun Pondok Cina, kami bertemu Rina di jalan (maaf ya Rin…jd kelamaan nunggu :(). Dengan berat hati, saya putuskan tidak jadi Bekasi, dan membiarkan Rina pergi sendiri.

Dan perkiraan suami ternyata benar. Sesampainya kami kembali ke rumah….badan saya terasa remuk redam. Perut juga terasa kencang. Duhh..kasian si dd…pasti dia juga merasa capek banget..:( Gak sekali-kali lagi deh ‘melawan’ nasihat suami dan overestimate terhadap kemampuan diri😦


Responses

  1. hi pertamax!!!
    ealah mba hanum, yo wis skarang keadaan dirimu sudah berbeda loh, jangan pernah disamakan dgn masa lalu lah, kasian amat tuh dd nya musti ngikuti schedule emaknya yang puaaadet tenan!!

    give your self and your baby a break lah🙂 dan selalu patuh pada suami ya hehe…

  2. Iya betul … jangan paksakan diri .. kasian dedenya. Pokoqnya jaga diri demi kalian b2. Smg si dede dan umminya sehat2 terus ya …

  3. pasti letih tenanan ki…
    sampai2 sms saya dicuekin seharian..:)

  4. # Irma & Ina : Makasih nasihatnya bu. Insya Allah gak sekali-kali lg deh maksain diri🙂

    #Dhika : Afwan Dhik. Pancen cuapek tenan kemaren. Sms masuk sih tak baca. Tapi mau ngetik reply kok yo jari2 koyone ikut capek

  5. iyaaaa nakal nih..
    hati-hati ya, jangan sampe si adek ikut bandel kayak ibunya :p

  6. wah…wah..wah jadwal yang satu lg jg sampe ga tercapai nich ;-)) ga badan dua aja klo jadwalnya padet kyk gtu teler juga donk bu..bu!!

  7. hati2 yah buu…
    dijaga staminanya, jg kecape’an..
    btw, aku koq kuper amat nih.. gak tau ada halal bi halal imb..😦

  8. waaah, Mbak hati2 atuh.Kl udh terasa capek lebih baik istirahat aja. Eh, tp sy juga dulu waktu hamil anak pertama, itu yg namanya jalan kemana2 dijabanin, aseli jalan kali pula.Mana suami suka lupa kl sy lagi hamil…hihihihi….dasar!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: