Posted by: azayaka | November 22, 2006

Menjadi Pendengar Yang Baik

Ada satu pelajaran berhargaaaaa banget yang saya dapat. Bahwa saya harus bijak menyikapi curhatan teman. Bahwa saya harus lebih banyak belajar menjadi pendengar baik, tidak serta-merta condong ke salah pihak (pihak yang curhat ataupun pihak yang dijadikan bahan curhat).

Satu contoh kasus, saat beberapa waktu lalu ada teman kantor curhat soal rencana resignnya dari kantor yang telah bocor duluan ke bos. Teman saya itu merasa kesal, karena orang yang dia kira bisa dipercaya ternyata bilang ke bos tentang rencananya itu. Dari seorang teman kantor lain, akhirnya saya bisa mengerti alasan mengapa teman kantor kami itu membocorkan rahasia teman yang lain ke bos. Mungkin itu dilandasi rasa profesionalitasnya demi menjaga agar pekerjaan tetap lancar,  karena bisa dibayangkan akan kalang kabutnya si bos menerima pengajuan resign secara mendadak. Bagaimana dengan pekerjaan yang masih tersisa? Memang gampang mencari pengganti yang baru?…dan sederet estimasi lainnya yang masuk akal  mengapa teman saya itu memutuskan memberitahu si bos lebih dulu.

Ternyata penting bagi seorang pendengar yang baik untuk melihat dari dua sisi. Melihat dan percaya dari satu sisi bisa jatuh pada su’udzon bahkan fitnah. Sedangkan melihat dari dua sisi akan mendatangkan pencerahan akan situasi yang sebenarnya.

Semoga saya bisa menjadi orang yang seperti itu…..seorang pendengar yang baik dan bijaksana.


Responses

  1. bener tuh, inget aja filosofinya “2 telinga dan 1 mulut” harusnya qt mendengarkan 2 kali lebih banyak dari bicara

    mudah-mudahan qt bisa. Amiiin

  2. yup, termasuk dengan baca blog … mjd tambah pengalaman … meski rasanya kehidupan sosial di alam nyata lbh ribet🙂

  3. Hehe iya ya… kadang kita terlalu naif… Apa-apa yang menurutmu baik untukmu belum tentu baik, demikian pula sebaliknya…🙂

    Alhamdulillah dapet pencerahan mampir ke sini

    Salam kenal (sepertinya tempat ini ga asing, hehe)

  4. Kalau masih rencana sebaiknya nggak usah diomongin ….
    KAlau sudah pasti pindah, barulah boleh bilang-bilang …

  5. memang, belajar berbicara itu lebih muda dari belajar mendengarkan…apalagi mendengar dengan bertangungjawab (wa..apa lagi tuh).

  6. iya teh bener ya hrs jd pendengar yg baik, jgn malah ikut2an ntar malah kpleset bisa bahaya ya😦

  7. Kalo menurut teori kepribadian sih katanya: Kita harus hati-hati curhat sama orang sanguinis. Soalnya biasanya yang kurang bisa menjaga lisannya itu orang sanguinis.
    Tapi gak semua orang sanguinis gak bisa jaga rahasia lho😉

  8. jadi pendengar yang baik itu harus pada setiap lawan bicara,karena jika kita semua bicara siapa yang mau dengar,dan itu sangat penting untuk memperlancar hubungan dengan orang lain,dan jika itu adalah sebuah rahasia kita harus bisa menyimpannya,ibarat kata bijaknya biar pecah di perut asal jangan pecah di mulut.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: