Posted by: azayaka | November 27, 2006

Syariah = Kudu Adil Toh?

Tulisan Dhika di blognya sedikit banyak jadi membangkitkan kenangan kekecewaan saya terhadap salah satu bank syariah yang berafiliasi dengan salah satu bank pemerintah negeri ini. Tapi ini bukan tentang kartu ATM or sekenisnya, melainkan kekecewaan terhadap layanan KPR.

Kira-kira awal Oktober lalu, kami (saya dan suami) mengajukan KPR di bank tersebut. Awalnya sih proses lumayan cepet. Dari pelengkapan surat2 hingga survey lokasi kelar dalam waktu 3 hari.ย  Kesan kami saat itu, kinerja staf marketing di bank tsb cukup bagus dan kooperatif. Tapi sayangnya, karena bank syariah tsb di kota tempat saya tinggal masih terbilang cabang baru, jadi mereka belum punya hak untuk memutuskan pengajuan KPR nasabah bersangkutan diterima atau ditolak. Yang berhak memutuskan adalah kantor pusat. Maka, kata staf marketing tadi, proposal KPR kami dikirim ke kantor pusat. Katanya biasanya perlu waktu maksimal 1 bulan untuk proses.

1 minggu….2 minggu berlalu…kami menunggu kontak dari staf mareketing kantor cabang tadi, namun nihil adanya. Pengalaman suami yang pernah mengajukan KPR di bank syariah lain waktu dia tinggal di Bekasi, dalam jangka waktu proses tsb, biasanya pihak bank akan mengontak si calon nasabah sekedar untuk mengkonfirmasikan kevalidan data yang diajukan, dsb. Daripada menunggu (karena si pemilik rumah yang rumahnya kami ‘incer‘ juga sudah menanyakan kapan kepastian pembayaran bila kami jadi membeli rumahnya mulai bertanya pada kami), kami berinisiatif menelpon staf bank bersangkutan. Dijawab “Belum ada konfirmasi dari kantor pusat. Nanti saya tanyakan deh”. Kami juga memastikan apakah data pada surat2 yang kami ajukan ada masalah atau tidak, dia jawab “Insya Allah tidak ada”. Saat masih pelengkapan surat2, staf marketing bersangkutan memang pernah mempermasalahkan status kepegawaian suami saya di surat perjanjian kerja, yang di situ tertulis “sebagai pegawai PT…sampai batas waktu yang tidak ditentukan”. Dia pikir, pernyataan tsb berarti bahwa suami saya dianggap ‘bukan pegawai tetap’ di perusahaan tempat dia bekerja. Setelah ditegaskan oleh suami bhw pernyataan itu berarti dia adalah ‘pegawai tetap’ (karena bila pegawai kontrak, maka pasti akan tertera jangka waktu kerja tertentu di sana), si staf marketing terlihat bisa memahami. Bahkan oleh suami saya disarankan untuk menghubungi langsung pihak HRD perusahaannya untuk konfirmasi. Si staf marketing kemudian berjanji menghubungi kami esok harinya untuk memberitahu kabar progress proposal kami.

Esok harinya, kami tunggu telpon dari yg bersangkutan, tapi sampai jam 3 (jam tutup bank) belum ada juga. Karena hari itu suami saya sibuk dengan pekerjaanyya, akhirnya saya berinisiatif menghubungi staf tsb dan ternyata bukan kabar gembira yang kami dapat. Katanya “Kantor pusat masih meragukan status perusahaan suami mbak, karena banyak karyawan PT…(dia menyebut sebuah perusahaan sepatu Korea di Tangerang) yang menjadi nasabah KPR kami dan ternyata perusahaan tsb pailit”. Kening saya langsung berkerut mendengarnya. “Lho mas…apa hubungannya perusahaan itu dgn tempat suami saya kerja? Klo memang kantor pusat meragukan kebonafidan perusahaan tempat suami saya kerja, kenapa selama ini tidak ada inisiatif dari kantor pusat untuk menanyakannya kepada kami? Atau bisa langsung kan menanyakan ke pihak perusahaan? Jangan sama-ratakan kondisi semua perusahaan mas”. *sedikit emosi* “Saya juga merasa aneh, kenapa tidak ada kesempatan interview ya? Padahal kami sudah siap untuk ditanya2.” Si staf marketing terdiam sesaat. “Maaf ya mbak, kami tidak punya wewenang untuk memutuskan. Pihak pusatlah yang menentukan semua. Insya Allah saya kontak kantor pusat lagi deh. Besok saya kabari hasilnya”.

Dan besoknya….kami menerima keputusan itu : proposal KPR kami ditolak!! Kecewa juga sih awalnya. Apalagi kami berasa diperlakukan tidak adil (pihak bank sepertinya tidak memprdulikan hak jawab kami). Tapi setelah direnungkan, mungkin ini adalah takdir dari-Nya. Bahwa KPR dari bank tsb bukanlah jalan kami untuk mendapatkan rumah yang kami idamkan. Allah ternyata sudah menyiapkan ‘jalan lain’ yang lebih indah…

Apa yang kami alami di atas semoga tidak terjadi pada calon nasabah2 (khususnya) KPR bank syariah yang lain. Dan semoga, tidak hanya 1, 2, atau 3…tapi seluruh bank syariah dapat memberikan pelayanan yang benar-benar syariah. Bukan sekedar produk fisiknya belaka, namun benar-benar dijiwai dan dilaksanakan. Dan bukankah ‘berlaku adil’ adalah satu dari semangat ‘bersyariah’ tsb? CMIIW๐Ÿ™‚


Responses

  1. cara menuliskan tautan yg aneh tu di awal, di WP kan ada alat bantunya bu, jadi saya bisa langsung tahu kalo tulisan ditaut๐Ÿ™‚
    terkait pengajuan kredit emang ribet nih, khususnya buat pengusaha yg mana ndak ada status kepegawaian bukan? suami temen kantor pernah ngajuin kredit mobil, gara2 gak ada status kepegawaian (alias pengusaha), aplikasinya ditolak mulu. lama2 mangkel juga, dia belilah mobil itu tunai.๐Ÿ™‚
    secara umum, nampaknya pelayanan pelanggan (CRM) bank2 syariah masih ndak biso diarepin, contohnya ya pengaduan saya belum direspon sama sekali; padahal jelas saya juga ninggalin email.
    jadi boleh ndak kira2 kalau ntar ditanya malaikat pas hisab nanti: “kenapa kamu gak pake layanan syariah, bukannya sudah banyak?”, “abis pelayanannya bikin saya mangkel, malah bikin dosa lagi” *uups..:)

  2. Ayo, nama banknya apa nih? Rahasia ya?๐Ÿ™‚

  3. Dear mba hanum๐Ÿ™‚
    duh sepertinya esmosi ya dgn pelayanan bank syariah. Hmm..pengajuan kredit memang membutuhkan kepastian/jaminan dari pihak nasabah dan status kepegawaiaan memang salah satu jaminan terpercaya dan seringkali jadi andelan pihak bank, nah ketika status kepegawaian suami mbak masih bikin pihak bank bingung, makanya mereka mengambil sikap prudent (hati-hati) dan memutuskan untuk tidak memberikan KPR kepada mba. Tapi memang dalam kasus ini bisa jadi pihak bank kurang inisiatif dalam menggali informasi dari mba & suami, sehingga terkesan mereka “menggantung” dan akhirnya malah mengecewakan mba selaku nasabah.

    Ya kudu sabarlah, bank syariah dan segala sesuatu yang berbau syariah di negeri ini kan bisa dikatakan “baru”, sedangkan mereka yang konvensional sudah ratusan tahun bercokol di “alam” ini. Bukankah mengubah sistem tidak semudah membalikkan telapak tangan. So, semuanya masih learning by doing, pelan2 tapi pasti kita coba untuk bisa sempurna dalam syariah ya (baik syariah secara sdm maupun syariah secara peraturan) Wallaahu ‘alam bishowab ๐Ÿ™‚

  4. #hdn : banknya adalah bank syariah yang berafiliasi dengan salah satu bank pemerintah negeri ini. Hayoo tebak…bank apa itu?๐Ÿ˜€

    #Irma : kritik, keluhan, masukan, dsb yang disampaikan lewat blog pak Dhika ataupun saya insya Allah adl bentuk kecintaan kami pd bank syariah agar pelayanan, fasilitas, dan segalanya minimal setara dgn bank konvensional. Bukan begitu Dhik?๐Ÿ™‚

  5. insya Allah teh dapet yang lebih baek ….didoain ..insya Allah

    mungkin Allah sudah memiliki rrencana yg lebih indah buat teteh dan akangnya …;) siap2 nunggu ya heheh

  6. Ehmm sepertinya saya bisa nebak bank-nya nih… hihi…๐Ÿ˜€

    Banyak bersabar bune, coba dengan bank syariah yang lain… Kalau tidak salah masih ada beberapa bank syariah lain yang punya juga pelayanan aplikasi KPR syariah… Proposal aplikasinya umumnya sih sama, tinggal pakai data2 yang kemarin saja…

    Mudah2an proposalnya barunya nanti diterima…

  7. waaah… semoga nanti dapat yang lebih baik Hanum….
    mungkin seharusnya menulis statusnya bekerja sejak tanggal sekian dalam kurung pegawai tetap kali ya Num?

  8. #hanum,
    yup, demi perbaikan bersama.

    #iqbal_ir,
    bsm ya alias bank syariah mandiri, kalo sampeyan nebak ini berarti sama dong tebakan kita… *uuupss…lagi๐Ÿ™‚

  9. #Nita : klo status kepegawaian sih dah dipermasalahkan lg mbak. Dianggap clear oleh mereka setelah kita beri penjelasan. Yg aneh justru alasan menyamaratakan kondisi perusahaan tempat suami kerja dgn perusahaan korea yg pailit itu. Kondisi perusahaan kan beda2 toh. Lha mbok yo nanya/seilidiki dulu sebelum menilai perusahan itu bonafid opo nggak๐Ÿ™‚

    #Dhika : tebakan sampeyan salah๐Ÿ™‚ Justru kami terkesan dgn layanan KPR BSM (dlm hal ini BSM Bekasi, tempat suami ngambil KPR dulu). Di sana gak ada persyaratan harus nunjukin surat perjanjian kerja segala. Trus pihak bank komunikatif sekali dgn calon nasabah.
    Tak perjelas lagi deh biar gak main tebak2an. Bank syariah bersangkutan menginduk ke sebuah bank pemerintah, yang sering menyebutnya dirinya sebagai bank rakyat. Jelas toh?๐Ÿ™‚

  10. BRI ya mbak? Hehe ikutan nebak…
    Saya bisa cari referensi dulu ke mbak Hanum nih kalo mo ambil KPR๐Ÿ™‚

  11. iya memang susah kalo minta bantuan dana lewat bank. Untuk modal usaha aja katanya harus punya usaha dulu minimal 2 tahun lengkap dengan laporan keuangannya. Lengkap sudahlah penderitaan umat Islam… Sumber pendanaan yang diharapkanpun menyuruh kita pinjam ke bank konvensional dulu selama 2 tahun..hehe

  12. Pas baca judulnya, saya juga penasaran Bank Syariah apa, oh ternyata BRI toh. Siiip deh, unt referensi saya dan suami, soalnya kami punya rencana ngambil KPR lwt bank syariah. Nuhun ya Mbak:D

  13. # Ira & lainnya : Meski nama bank induknya udah ketebak…tapi belum tentu pelayanan semua cabang bank syariah yg menginduk ke sana mengecewakan. Lain ladang lain belalang. Lain cabang lain pula pelayanannya. Ini mungkin lho…..
    So, masukan dari saya : tanya sedetail mungkin persyaratan2 apa yg diperlukan oleh bank syariah tsb sebelum mengajukan KPR. Tanya juga apakah selama pengajuan KPR kita diproses ada interview atau tidak,…..dsb

  14. Sabar ya mba.. Insha Allah ntar dapat ganti yg jauh lebih baik. Pengalaman ima nih, klo suatu waktu dapet KPR, jangan sampe dapet bunga yg anuitas ya.. Rugi abis..๐Ÿ™‚

    LUV

  15. #Ima : iya Ma..makanya aku prefer milih bank syariah. Bunga…eh..bagi hasilnya flat๐Ÿ™‚


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: