Posted by: azayaka | December 5, 2006

Pemimpin (Mustinya) Berakhlaq Baik

Miris rasanya membaca berita ini;😦 Terungkapnya skandal seorang anggota DPR yang sekarang ini sedang ramai diperbincangkan, sedikit banyak membuka mata publik (baca : rakyat) seperti apa akhlaq pemimpin di negeri ini :( Seorang YZ yang adalah ketua bid.kerohanian, juga adalah mantan ketua sebuah organisasi mahasiswa Islam saja bisa berbuat asusila demikian…apalagi dengan anggota dewan yang agamanya biasa2 saja??? duhhh….bener2 memprihatinkan😦😦

Jadi inget lirik nasyid Pemimpin Yang Adil yang dinasyidkan oleh Hijjaz.

Pemimpin yang adil sangat dikehendaki
Memakmurkan umat dunia dan akhirat
Tiada keadilan negara huru-hara
Pemimpin membela nasib rakyatnya

Pemimpin yang adil sifatnya amanah
Mampu rasa resah susah rakyat-rakyatnya
Keadilannya tanpa pilih kasih pada siapa
Kepentingan rakyat lebih utama

Didengari rintihan dari rakyat-rakyatnya
Kasih sayang terserlah di wajahnya
Sombong dan takbur tidak ada pada dirinya
Rakyat hormat bukan takut padanya

Pemimpin yang adil mengutamakan amanah
Wang rakyat dan negara tidak disalah guna
Rasuah dan kemungkaran sangat dijauhinya
Rakyat diseru mentaati Allah

Terdapat pemimpin di dunia kini
Seringkali mencetus huru-hara
Demi melindungi kepentingan dirinya
Rela membiar rakyatnya derita

Pemimpin yang adil mengutamakan rakyatnya
Melepaskan mereka dari sengsara
Akhlak yang mulia pakaian dirinya
Rakyat taat dan sayang padanya

Tuhan, kurniakanlah pemimpin yang sejati
Tuhan, kurniakanlah pemimpin yang begini


Responses

  1. “Akhlak yang mulia pakaian dirinya”

    Yah num jangankan pakaian akhlak…wong pakaian seari2nya di lepasin tuh di kamar hotel hehehe

  2. klo saya lebih suka nasyidnya shohwatul harokah yang “wakil rakyat ku”

    halah ngga jelas🙂

  3. Beginilah Mbak keadaan pemimpin kita saat ini. Terlalu pandai “mengemas” diri. Pelajaran buat kita untuk lebih hati-hati dalam memilih memimpin. “Ya Rabb, karuniakanlah kepada kami pemimpin yang amanah”

  4. Kalau dengan poligami …yang tidak diberitahukan, baru setelah 3 bulan diberitahukan gmn Num ?…
    Padahal pernikahan seharusnya diumumkan bukan disembunyikan dulu setelah 3 bulan,saya tidak anti poligami tapi saya belum bisa,belum siap untuk menjalani poligami.
    Apa hub-nya dengan tulisan Hanum ya ?…kapan Babaran ?..kasih kabarnya ,Ndut sekarang ?

  5. Makanya jangan di biasakan N.G.I.N.T.I.P !

  6. # Maris : Ris…klo poligami mah itu cerita tokoh yang laen…yang insya Allah masih bermoral kok🙂

  7. Nggak usah jauh-jauh mengomentari orang lain. Emang kita sudah seperti apa. Sudah lebih baik nggak dengan Dia ???

  8. Makanya jangan asal pilih wakil rakyat.

  9. Betul sekali bang Jun, komentarnya tepat sekali…..kita introspeksi diri dulu yaaa, tapi bang jun juga jangan lupa, kebaikan itu harus selalu disebarkan, bukan hanya untuk diri sendiri. Inilah yg sedang kita lakukan. Insya Allah kebaikan itu akan tetap berjalan dengan atau tanpa kita, jadi silahkan memilih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: